<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ahaeureka.com</title>
	<atom:link href="http://www.ahaeureka.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ahaeureka.com</link>
	<description>AHA EUREKA Leadership Technologies</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Sep 2010 23:39:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>10 Langkah Singkat – Namun Efektif – Untuk Menemukan Passion</title>
		<link>http://www.ahaeureka.com/10-langkah-singkat-%e2%80%93-namun-efektif-%e2%80%93-untuk-menemukan-passion/</link>
		<comments>http://www.ahaeureka.com/10-langkah-singkat-%e2%80%93-namun-efektif-%e2%80%93-untuk-menemukan-passion/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Sep 2010 23:35:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahaeureka.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Self Development]]></category>
		<category><![CDATA[passion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahaeureka.com/?p=355</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah anda satu kali ketika anda bekerja anda merasa sangat terbebani? Ataukah anda pernah merasa bahwa hidup anda kosong dan tanpa makna? Jika anda pernah merasakan hal tersebut, mungkin anda belum menemukan passion anda. Passion??? Passion adalah lentera jiwa. Passion adalah ketika anda merasa seperti bermain ketika sedang bekerja. Passion adalah ketika anda begitu ikhlas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pernahkah anda satu kali ketika anda bekerja anda merasa sangat terbebani? Ataukah anda pernah merasa bahwa hidup anda kosong dan tanpa makna? Jika anda pernah merasakan hal tersebut, mungkin anda belum menemukan passion anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Passion???</p>
<p style="text-align: justify;">Passion adalah lentera jiwa. Passion adalah ketika anda merasa seperti bermain ketika sedang bekerja. Passion adalah ketika anda begitu ikhlas melakukannya. Passion adalah ketika anda tidak bisa tidur ketika esok hari akan mengerjakannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu bagaimana cara menemukan passion?</p>
<p style="text-align: justify;">Ada <a href="http://www.ahaeureka.com/10-langkah-singkat-%e2%80%93-namun-efektif-%e2%80%93-untuk-menemukan-passion/">10 Langkah Singkat – Namun Efektif – Untuk Menemukan Passion</a> yang diadaptasi dari Zen Habits, yaitu: <span id="more-355"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Langkah #1 – TEMUKAN APA YANG PALING MUDAH ANDA LAKUKAN!</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ambil waktu 15 menit, tuliskan sebuah daftar tentang hal-hal yang paling mudah anda lakukan. Tidak harus saat ini, mungkin ketika anda SMP atau SMA. Menulis, melukis, berbicara, memasak, atau apapun yang ketika anda lakukan terasa sangat mudah dan hasilnya menjadi sangat baik. Tuliskan dan buat daftarnya. Mungkin salah satu dari daftar tersebut adalah passion anda.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Langkah #2 – TEMUKAN APA YANG PALING MENARIK MINAT ANDA!</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bisa yang berhubungan dengan pekerjaan anda atau yang di luar itu, misalnya hobi atau kegiatan sampingan anda. Tuliskan dan buat daftarnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Langkah #3 – TEMUKAN APA YANG PALING SERING ANDA BACA!</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ketika anda di toko buku, rak buku bagian apa yang sering anda datangi? Buku yang sering anda beli? Website atau blog yang sering anda kunjungi? Majalah yang sering and baca? Tuliskan dan buat daftarnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Langkah #4 – TEMUKAN APA YANG PALING ANDA IMPIKAN!</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin anda pernah memimpikan sesuatu yang besar atau mimpi yang mungkin dianggap aneh dan gila? Menjadi penulis novel, insinyur, pengusaha, programmer, dokter, atau apapun. Tidak selalu yang anda tekuni saat ini bahkan tidak harus sejalan dengan fakultas tempat anda belajar. Mungkin mimpi itu sempat hilang atau meredup karena keraguan, ketakutan, atau bahkan karena terpaksa mengikuti kemauan seseorang. Tuliskan dan buat daftarnya – Walaupun dianggap tidak realistis.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Langkah #5 – PELAJARI, TANYAKAN, CATAT!</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ok, anda sudah punya daftar. Sekarang dari daftar-daftar itu, ambil yang paling menarik minat anda. Pelajari, tanyakan kepada orang-orang yang sudah berhasil di bidang tersebut  misalnya melalui telepon, SMS, Email atau dari blog mereka. Catatkan sesuatu yang perlu anda pelajari, keterampilan-keterampilan yang perlu anda tingkatkan, atau orang-orang yang perlu anda dekati atau komunitas-komunitas-komunitas yang perlu anda masuki.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Langkah #6 – BEREKSPERIMENLAH, COBALAH!</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Saatnya anda melakukannya. Jika hal tersebut sudah anda lakukan, anda dapat melompat ke langkah selanjutnya atau memilih  hal kedua dari daftar anda.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Langkah #7 – FOKUSLAH PADA HAL ITU!</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Disarankan untuk mengambil 3 sampai 5 hal dari daftar anda dan lakukan langkah #5 dan langkah #6. Mungkin bisa dalam waktu sebulan. Setelah itu, temukan yang mana yang paling menarik minat anda? Ambil 1 atau 2 hal dan fokuslah!</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Langkah #8 – HADAPI KERAGUAN DAN KETAKUTAN ANDA!</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ini adalah masalah yang sering muncul, ragu dan takut gagal. Hadapi saja. Caranya, pertama adalah akui ketakutan anda – katakan bahwa anda memang takut – tidak perlu disembunyikan; kedua, tuliskan ketakutan-ketakutan itu; ketiga, rasakan dan yakinkan bahwa anda merasa OK terhadap ketakutan-ketakutan itu; keempat, tanyakan pada diri anda, “Apa hal terburuk yang akan terjadi?”; kelima, siapkan diri anda untuk melakukan hal tadi dan lakukan! Ambil langkah-langkah kecil dan tidak perlu memikirkan sesuatu yang akan terjadi – fokuskan pada apa yang terjadi sekarang. Rayakan kesuksesan anda, sekecil apapun.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Langkah #9 – TEMUKAN WAKTUNYA!</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Anda tidak punya waktu untuk melakukannya? Jika anda menjadikannya prioritas, maka anda akan selalu punya waktu untuk melakukan hal tersebut. Susun kembali jadwal anda dan temukan waktunya. Hal ini bisa dengan bangun lebih awal atau tidur agak larut.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Langkah #10 – BAGAIMANA CARA ANDA HIDUP DARINYA?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ini tidak bisa terjadi dalam semalam. Anda perlu melakukan sesuatu atau mengorbankan sesuatu. Mungkin perlu satu tahun atau dua tahun untuk membuat anda hidup darinya, bagaimana anda dibayar dari passion anda. <a href="http://www.ahaeureka.com/12-cara-meningkatkan-kebahagiaan/">Tapi yang paling penting adalah jika anda bahagia</a>. Ketika anda sudah menemukan passion anda, anda akan bekerja seperti bermain, dan menjadi sangat menyenangkan ketika anda mendapatkan bayaran dari kegiatan bermain anda. Temukan caranya! Mungkin bisa dengan menjadi konsultan, trainer, atau bisa dengan menulis buku. Jika anda belum siap menulis buku, buatlah <a href="http://www.ahaeureka.com/8-langkah-pertama-berbisnis-online/">blog</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">10 langkah di atas mungkin dianggap terlalu rumit atau bisa jadi terlalu sederhana. Tapi apapun itu,</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Find And Follow Your Passion!</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahaeureka.com/10-langkah-singkat-%e2%80%93-namun-efektif-%e2%80%93-untuk-menemukan-passion/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>15 Prinsip Dasar Kecerdasan Emosional (EQ) Yang Harus Diketahui</title>
		<link>http://www.ahaeureka.com/15-prinsip-dasar-kecerdasan-emosional-eq-yang-harus-diketahui/</link>
		<comments>http://www.ahaeureka.com/15-prinsip-dasar-kecerdasan-emosional-eq-yang-harus-diketahui/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 14:22:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahaeureka.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Self Development]]></category>
		<category><![CDATA[eq]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan emosional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahaeureka.com/?p=350</guid>
		<description><![CDATA[Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengenali perasaan, meraih dan membangkitkan perasaan untuk membantu pikiran, memahami perasaan dan maknanya, dan mengendalikan perasaan secara mendalam sehingga membantu perkembangan emosi dan intelektualnya. Saat ini kecerdasan emosional tidak bisa dipandang sebelah mata. Sejak munculnya karya Daniel Goleman, Emotional Intelligence: Why It Can Matter More Than IQ, pada tahun 1995, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kecerdasan   emosional adalah kemampuan untuk mengenali perasaan, meraih dan   membangkitkan perasaan untuk membantu pikiran, memahami perasaan dan   maknanya, dan mengendalikan perasaan secara mendalam sehingga membantu   perkembangan emosi dan intelektualnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat   ini kecerdasan emosional tidak bisa dipandang sebelah mata. Sejak    munculnya karya <strong>Daniel Goleman</strong>, <em>Emotional Intelligence: Why  It   Can Matter More Than IQ</em>, pada tahun 1995, telah membangkitkan   minat  yang sangat besar mengenai peran kecerdasan emosional dalam   kehidupan  manusia.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut   <strong>Reuven Bar-On</strong>, <a href="http://www.ahaeureka.com/15-prinsip-dasar-kecerdasan-emosional-eq-yang-harus-diketahui/">kecerdasan emosional</a> terbagi dalam 5 ranah yang   dijabarkan lebih detail menjadi 15 komponen. Secara ringkas digambarkan   dalam penjelasan berikut: <img title="More..." src="http://www.keperawatan.net/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /> <span id="more-350"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ranah   intrapribadi</strong><br />
Ranah ini terkait dengan apa yang biasanya disebut sebagai “inner self”   (diri terdalam, batiniah). Dunia intrapribadi menentukan seberapa   mendalamnya perasaan kita, seberapa puas kita terhadap diri sendiri dan   prestasi kita dalam hidup. Sukses dalam ranah ini mengandung arti bahwa   kita bisa mengungkapkan perasaan kita, bisa hidup dan bekerja secara   mandiri, tegar, dan memiliki rasa percaya diri dalam mengemukakan   gagasan dan keyakinan kita. Ranah ini terdiri dari 5 komponen yaitu:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>Kesadaran diri</strong>, yaitu kemampuan untuk mengenal dan   memilah-milah perasaan, memahami hal yang sedang kita rasakan dan   mengapa hal itu kita rasakan, dan mengetahui penyebab munculnya perasaan   tersebut. Kesadaran diri yang sangat rendah dialami penderita   alexythimia (tidak mampu mengungkapkan perasaan secara lisan)</li>
<li><strong>Sikap asertif</strong> (ketegasan, keberanian menyatakan pendapat),   yang meliputi tiga komponen dasar: (1) kemampuan mengungkapkan perasaan   (misalnya untuk menerima dan mengungkapkan perasaan marah, hangat, dan   seksual); (2) kemampuan mengungkapkan keyakinan dan pemikiran secara   terbuka (mampu menyuarakan pendapat, menyatakan ketidaksetujuan dan   bersikap tegas, meskipun secara emosional sulit melakukan ini dan bahkan   sekalipun kita mungkin harus mengorbankan sesuatu); dan (3) kemampuan   untuk mempertahankan hak-hak pribadi (tidak membiarkan orang lain   mengganggu dan memanfaatkan kita). Orang asertif bukan orang yang suka   terlalu menahan diri dan juga bukan pemalu – mereka bisa mengungkapkan   perasaannya (biasanya secara langsung) tanpa bertindak agresif maupun   melecehkan.</li>
<li><strong>Kemandirian</strong>, yaitu kemampuan untuk mengarahkan dan   mengendalikan diri sendiri dalam berpikir dan bertindak, serta tidak   merasa bergantung pada orang lain secara emosional. Orang yang mandiri   mengandalkan diri sendiri dalam merencanakan dan membuat keputusan   penting. Kendati demikian, mereka bisa saja meminta dan mempertimbangkan   pendapat orang lain sebelum akhirnya membuat keputusan yang tepat bagi   mereka sendiri. Ingat, meminta pendapat orang lain jangan selalu   dianggap pertanda ketergantungan. Orang yang mandiri mampu bekerja   sendiri – mereka tidak mau bergantung pada orang lain dalam memenuhi   kebutuhan emosional mereka. Kemampuan untuk mandiri bergantung pada   tingkat kepercayaan diri dan kekuatan batin seseorang, dan keinginan   untuk memenuhi harapan dan kewajiban tanpa diperbudak oleh kedua jenis   tuntutan itu.</li>
<li><strong>Penghargaan diri</strong>, yaitu kemampuan untuk menghormati dan   menerima diri sendiri sebagai pribadi yang pada dasarnya baik.   Menghormati diri sendiri intinya adalah menyukai diri sendiri apa   adanya. Penghargaan diri adalah kemampuan untuk mensyukuri berbagai   aspek dan kemungkinan positif yang kita cerap dan dan juga menerima   aspek negatif dan keterbatasan yang ada pada diri kita dan tetap   menyukai diri kita. Penghargaan diri adalah memahami kelebihan dan   kekurangan kita, dan menyukai diri sendiri, “dengan segala kekurangan   dan kelebihannya”. Unsur dasar dari kecerdasan emosional ini dikaitkan   dengan berbagai perasaan umum, seperti rasa aman, kekuatan batin, rasa   percaya diri, dan rasa sanggup hidup mandiri. Perasaan yakin pada diri   sendiri ditentukan oleh adanya rasa hormat diri dan harga diri, yang   tumbuh akibat kesadaran akan jati diri – kesadaran yang berkembang   dengan cukup baik. Orang yang memiliki rasa penghargaan diri yang bagus   akan merasa berpuas dengan diri mereka sendiri. Lawan dari penghargaan   diri adalah rasa rendah diri dan rasa tidak puas pada diri sendiri.</li>
<li><strong>Aktualisasi diri</strong>, yaitu kemampuan untuk mengejawantahkan   kemampuan kita yang potensial. Unsur kecerdasan emosional ini diwujudkan   dengan ikut serta dalam perjuangan untuk meraih kehidupan yang   bermakna, kaya, dan utuh. Berjuang mewujudkan potensi kita berarti   mengembangkan aneka kegiatan yang dapat menyenangkan dan bermakna, dan   bisa juga diartikan sebagai perjuangan seumur hidup dan kebulatan tekad   untuk meraih sasaran jangka panjang. Aktualisasi diri adalah suatu   proses perjuangan berkesinambungan yang dinamis, dengan tujuan   mengembangkan kemampuan dan bakat kita secara maksimal, dan berusaha   dengan gigih dan sebaik mungkin untuk memperbaiki diri kita secara   menyeluruh. Kegairahan terhadap bidang yang kita minati akan menambah   semangat dan motivasi untuk terus memupuk minat itu. Aktualisasi diri   merupakan bagian dari rasa kepuasan diri.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ranah   antarpribadi</strong><br />
Ranah ini berhubungan dengan apa yang dikenal sebagai keterampilan   berinteraksi. Mereka yang berperan dengan baik dalam ranah ini biasanya   bertanggungjawab dan dapat diandalkan. Mereka memahami, berantaraksi,   dan bergaul dengan baik dengan orang lain dalam berbagai situasi. Mereka   membangkitkan kepercayaan dan menjalankan perannya dengan baik sebagai   bagian dari suatu kelompok. Ranah ini terdiri dari 3 komponen, yaitu:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>Empati</strong>, yaitu kemampuan untuk menyadari, memahami, dan   menghargai perasaan dan pikiran orang lain. Empati adalah “menyelaraskan   diri” (peka) terhadap apa, bagaimana, dan latar belakang perasaan dan   pikiran orang lain sebagaimana orang tersebut merasakan dan   memikirkannya. Bersikap empatik artinya mampu “membaca orang lain dari   sudut pandang emosi”. Orang empatik peduli pada orang lain dan   memperlihatkan minat dan perhatiannya pada mereka.</li>
<li><strong>Tanggungjawab sosial</strong>, yaitu kemampuan untuk menunjukkan bahwa   kita adalah anggota kelompok masyarakat yang dapat bekerja sama,   berperan, dan konstruktif. Unsur kecerdasan emosional ini meliputi   bertindak secara bertanggungjawab, meskipun mungkin kita tidak   mendapatkan keuntungan apa pun secara pribadi, melakukan sesuatu untuk   dan bersama orang lain, bertindak sesuai hati nurani, dan menjunjung   tinggi norma yang berlaku di masyarakat. Orang yang mempunyai   tanggungjawab sosial memiliki kesadaran sosial dan sangat peduli pada   orang lain. Kesadaran sosial dan kepedulian ini tampak dalam   kemampuaanya memikul tanggungjawab hidup bermasyarakat. Orang yang   mempunyai tanggungjawab sosial memiliki kepekaan antarpribadi dan dapat   menerima orang lain, serta dapat menggunakan bakatnya demi kebaikan   bersama, tidak hanya demi dirinya sendiri. Orang yang tidak mempunyai   tanggungjawab sosial akan menunjukkan sikap antisosial, bertindak   sewenang-wenang pada orang lain, dan memanfaatkan orang lain.</li>
<li><strong>Hubungan antarpribadi</strong>, yaitu kemampuan membina dan memelihara   hubungan yang saling memuaskan yang ditandai dengan keakraban dan   saling memberi serta menerima kasih sayang. Kepuasan bersama ini   mencakup antaraksi sosial bermakna yang berpotensi memberikan kepuasan   serta ditandai dengan saling memberi dan menerima. Keterampilan menjalin   hubungan antarpribadi yang positif dicirikan oleh kepedulian kepada   sesama. Unsur kecerdasan emosional ini tidak hanya berkaitan dengan   keinginan untuk membina persahabatan dengan orang lain, tetapi juga   dengan kemampuan merasa tenang dan nyaman berada dalam jalinan hubungan   tersebut, serta kemampuan memiliki harapan positif yang menyangkut   antaraksi sosial.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ranah   penyesuaian diri</strong><br />
Ranah ini berkaitan dengan kemampuan kita untuk menilai dan menanggapi   situasi yang sulit. Keberhasilan dalam ranah ini mengandung arti bahwa   kita dapat memahami masalah dan merencanakan pemecahan yang ampuh, dapat   menghadapi dan memecahkan masalah keluarga, serta dapat menghadapi   konflik, baik di lingkungan masyarakat maupun di lingkungan kerja. Ranah   ini terdiri dari 3 komponen, yaitu:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>Pemecahan masalah</strong>, yaitu kemampuan untuk mengenali dan   merumuskan maslah, serta menemukan dan menerapkan pemecahan yang ampuh.   Memecahkan masalah bersifat multifase dan mensyaratkan kemampuan   menjalani proses berikut: (1) memahami masalah dan percaya pada diri   sendiri, serta termotivasi untuk memecahkan masalah itu secara efektif;   (2) menentukan dan merumuskan masalah sejelas mungkin (misalnya dengan   mengumpulkan informasi yang relevan); (3) menemukan sebanyak mungkin   alternatif pemecahan (misalnya curah gagasan); (4) mengambil keputusan   untuk menerapkan salah satu alternatif pemecahan (misalnya   menimbang-nimbang kekuatan dan kelemahan setiap alternatif, kemudian   memilih alternatif yang terbaik); (5) menilai hasil penerapan alternatif   pemecahan yang digunakan, dan (6) mengulang proses di atas apabila   masalahnya tetap belum terpecahkan. Pemecahan masalah berkaitan dengan   sikap hati-hati, disiplin, dan sistematik dalam menghadapi dan memandang   masalah. Kemampuan ini juga berkaitan dengan keinginan untuk melakukan   yang terbaik dan menghadapi, bukan menghindari masalah.</li>
<li><strong>Uji realitas</strong>, yaitu kemampuan menilai kesesuaian antara apa   yang dialami dan apa yang secara objektif terjadi. Uji realitas adalah   “menyimak” situasi yang ada di depan kita. Uji realitas adalah kemampuan   melihat hal secara objektif, sebagaimana adanya, bukan sebagaimana  yang  kita inginkan atau takutkan. Menguji derajat kesesuaian ini   mensyaratkan pencarian bukti-bukti objektif untuk menegaskan,   membenarkan, dan mendukung perasaan, persepsi, dan pikiran kita.   Penekanannya adalah pada kepragmatisan, keobjektifan, cukupnya persepsi   kita, dan keaslian gagasan serta pikiran kita. Aspek penting unsur   kecerdasan emosional ini meliputi kemampuan berkonsentrasi dan   memusatkan perhatian kita berusaha menilai dan menghadapi situasi yang   ada di depan kita. Uji realitas ini berkaitan dengan tidak menarik diri   dari dunia luar, penyesuaian diri dengan situasi langsung, dan   ketenangan serta kejelasan persepsi dan proses berpikir. Secara   sederhana, uji realitas adalah kemampuan untuk secara akurat “menilai”   situasi yang ada di depan kita.</li>
<li><strong>Sikap fleksibel</strong>, yaitu kemampuan menyesuaikan emosi, pikiran,   dan perilaku dengan perubahan situasi dan kondisi. Unsur kecerdasan   emosional ini mencakup seluruh kemampuan kita untuk menyesuaikan diri   dengan lingkungan yang tidak biasa, tidak terduga, dan dinamis. Orang   yang fleksibel adalah orang yang tangkas, mampu bekerjasama yang   menghasilkan sinergi, dan dapat menanggapi perubahan secara luwes. Orang   seperti ini bersedia berubah pikiran jika ada bukti yang menunjukkan   bahwa mereka salah. Pada umumnya mereka terbuka dan mau menerima   gagasan, orientasi, cara, dan kebiasaan yang berbeda. Kemampuan mereka   untuk mengubah pikiran dan perilaku tidaklah semau gue ataupun   dibuat-buat, melainkan sesuai dengan umpan balik perubahan yang mereka   terima dari lingkungan. Orang yang tidak memiliki kemampuan ini   cenderung kaku dan keras kepala. Mereka sulit beradaptasi di lingkungan   yang baru dan kurang pintar memanfaatkan peluang baru.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ranah   pengendalian stres</strong><br />
Ranah ini berkaitan dengan kemampuan menanggung stress tanpa harus   ambruk, hancur, kehilangan kendali, atau terpuruk. Keberhasilan dalam   ranah ini berarti bahwa kita biasanya dapat tetap tenang, jarang   bersifat impulsif, dan mampu menghadapi tekanan. Di lingkungan kerja,   kemampuan ini sangat vital jika kita selalu menghadapi pekerjaan yang   tenggatnya ketat dan karena harus jungkir balik memenuhi berbagai macam   tuntutan yang menyita waktu. Di rumah, kemampuan ini memungkinkan kita   tetap dapat menjalankan tugas rumah tangga yang padat sambil sekaligus   menjaga kesehatan. Ranah ini terdiri dari 2 komponen, yaitu:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>Ketahanan menanggung stres</strong>, yaitu kemampuan untuk menghadapi   peristiwa yang tidak menyenangkan dan situasi yang penuh tekanan tanpa   menjadi berantakan, dengan secara aktif dan positif menghadapi stress.   Kemampuan ini didasarkan pada: (1) kemampuan memilih tindakan untuk   menghadapi stres (banyak akal dan efektif, dapat menemukan cara yang   pas, tahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya); (2)   sikap optimis menghadapi pengalaman baru dan perubahan pada umumnya dan   optimis pada kemampuan sendiri untuk mengatasi masalah yang tengah   dihadapi; dan (3) perasaan bahwa kita dapat mengendalikan atau berperan   dalam menangani situasi stres dengan tetap tenang dan memegang kendali.   Ketahanan menanggung stres berarti memiliki segudang tanggapan yang   sesuai untuk menghadapi situasi yang menekan. Ketahanan ini berkaitan   dengan kemampuan untuk tetap tenang dan sabar, serta kemampuan   menghadapi kesulitan dengan kepala dingin, tanpa terbawa emosi. Orang   yang tahan menghadapi stres akan menghadapi, bukan menghindari, krisis   dan masalah, tidak menyerah pada rasa tidak berdaya atau putus asa.   Perasaan cemas, yang sering muncul ketika ketahanan ini luntur, akan   berdampak buruk pada kinerja secara umum karena kecemasan akan   menurunkan konsentrasi, sulit mengambil keputusan, dan muncul masalah   somatik seperti gangguan tidur.</li>
<li><strong>Pengendalian impuls</strong>, yaitu kemampuan menolak atau menunda   impuls, dorongan, atau godaan untuk bertindak. Pengendalian impuls ini   mencuatkan kemampuan menampung impuls agresif, tetap sabar dan   mengendalikan sikap agresif, permusuhan, serta perilaku yang tidak   bertanggungjawab. Masalah dalam hal pengendalian impuls ini akan muncul   dalam bentuk sering merasa frustasi, impulsif, sulit mengendalikan   amarah, bertindak kasar, kehilangan kendali diri, menunjukkan perilaku   yang meledak-ledak dan tak terduga.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ranah   suasana hati umum</strong><br />
Ranah ini berkaitan dengan pandangan kita tentang kehidupan, kemampuan   kita bergembira sendirian dan dengan orang lain, serta keseluruhan rasa   puas dan kecewa yang kita rasakan. Ranah ini terdiri dari 2 komponen,   yaitu:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>Kebahagiaan</strong>, yaitu kemampuan untuk merasa puas dengan   kehidupan kita, bergembira sendirian dan dengan orang lain, serta   bersenang-senang. Kebahagiaan adalah gabungan dari kepuasan diri,   kepuasaan secara umum, dan kemampuan menikmati hidup. Orang yang bahagia   sering merasa senang dan nyaman, baik selama bekerja maupun pada waktu   luang; mereka menikmati hidup dengan bebas, dan menikmati kesempatan   untuk bersenang-senang. Kebahagiaan berhubungan dengan perasaan riang   dan penuh semangat. Kebahagiaan adalah produk sampingan dan/atau   barometer yang menunjukkan derajar kecerdasan dan kinerja emosional   kita. Orang yang derajat kebahagiaannya rendah dapat menderita gejala   depresi, seperti cenderung merasa cemas, merasa tidak pasti akan masa   depan, menarik diri dari pergaulan, kurang semangat, berpikiran murung,   merasa bersalah, tidak puas pada hidup dan, dalam kasus yang ekstrem,   memikirkan dan berperilaku yang mengarah ke bunuh diri.</li>
<li><strong>Optimisme</strong>, yaitu kemampuan melihat sisi terang kehidupan dan   memelihara sikap positif, sekalipun ketika berada dalam kesulitan.   Optimisme mengasumsikan adanya harapan dalam cara orang menghadapi   kehidupan. Optimisme adalah pendekatan yang positif terhadap kehidupan   sehari-hari. Optimisme adalah lawan pesimisme, yang merupakan gejala   umum depresi.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Perlu diketahui bahwa kecerdasan emosional adalah sesuatu yang dinamis. Ke-15 prinsip diatas hanya sebagai standar dasar yang harus diketahui dan dimiliki oleh setiap orang. Sebenarnya, samudera kecerdasan emosional masih sangat luas untuk diselami.</p>
<p style="text-align: justify;">Mari menjadi manusia yang cerdas emosional&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahaeureka.com/15-prinsip-dasar-kecerdasan-emosional-eq-yang-harus-diketahui/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>6 Langkah Sederhana Untuk Berubah</title>
		<link>http://www.ahaeureka.com/6-langkah-sederhana-untuk-berubah/</link>
		<comments>http://www.ahaeureka.com/6-langkah-sederhana-untuk-berubah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Aug 2010 23:37:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahaeureka.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Management]]></category>
		<category><![CDATA[berubah]]></category>
		<category><![CDATA[change]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahaeureka.com/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[Berubahkah aku hanya bila ada sesuatu Terus aku pulang pada sikap sebelum kuberubah Hanya sekedar sesuatu tak berapa lamapun itu Jarang kuterendap dalam sikap dimana kuberubah (Berubah by Edcoustic) Kita sering ingin berubah, namun hanya ingin saja. Tidak pernah mau bertindak. Kadang kita sudah berubah, namun tidak lama kemudian kita kembali pada saat ketika kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote style="text-align: justify;"><p>Berubahkah aku hanya bila ada sesuatu<br />
Terus aku pulang pada sikap sebelum kuberubah<br />
Hanya sekedar sesuatu tak berapa lamapun itu<br />
Jarang kuterendap dalam sikap dimana kuberubah<br />
(Berubah by Edcoustic)</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Kita sering ingin berubah, namun hanya ingin saja. Tidak pernah mau bertindak. Kadang kita sudah berubah, namun tidak lama kemudian kita kembali pada saat ketika kita belum berubah. Berubah memang sulit dan sering menjadikan kita tidak nyaman, tapi ingat bahwa itu mungkin untuk dilakukan. Hanya orang-orang yang mau berubah yang bisa mendapatkan sesuatu yang berharga.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada <a href="http://www.ahaeureka.com/6-langkah-sederhana-untuk-berubah/">6 langkah sederhana yang harus kita lakukan untuk berubah</a> (Elfiky, 2000), yaitu : <span id="more-118"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Langkah #1 &#8211; Sadari</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Mengapa banyak orang tidak berhenti merokok? Karena mereka tidak MENYADARI bahwa merokok adalah kebiasaan buruk. Tindakan yang sudah menjadi kebiasaan sering dilakukan tanpa kesadaran. Mulai sekarang, SADARI setiap tindakan anda. Temukan dan sadari tindakan yang ingin anda rubah. SADARI bahwa tindakan tersebut harus anda rubah.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Langkah #2 &#8211; Buat Keputusan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kapan kita mau berubah? Ketika kita MEMUTUSKAN untuk berubah. Putuskan sekarang tindakan apa yang harus dirubah. Mengapa orang sering tidak berani mengambil keputusan? Karena keputusan memerlukan pengorbanan dan keteguhan hati. Pengorbanan sering membuat ketidaknyamanan, sehingga tidak banyak orang yang mau mengambil keputusan. Ambil keputusan ! Sekarang!<strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Langkah #3 &#8211; Belajar</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Keputusan bukan segala-galanya jika anda ingin berubah. Keputusan tidak ada artinya jika anda tidak BELAJAR bagaimana caranya berubah. Ada orang yang tidak bisa beladiri, lalu memutuskan untuk menjadi ahli beladiri. Keputusan itu tidak akan berarti jika dia tidak BELAJAR teknik-teknik beladiri.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>langkah #4 &#8211; Lakukan Bertahap</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Perubahan yang dilakukan secara drastis jika tidak benar-benar siap hanya akan menimbulkan rasa sakit yang dalam. Usaha kecil yang dilakukan sedikit-demi sedikit akan menghasilkan perubahan yang besar. Lakukan sedikit demi sedikit, setiap hari, apapun yang terjadi!<strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Langkah #5 &#8211; Berlatih</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Berlatih sesering mungkin menjadi syarat utama untuk berubah. Anda akan menemukan bahwa perubahan itu tidak mudah ketika anda berlatih. Anda pasti tergoda untuk kembali pada kebiasaan lama anda. Disinilah keteguhan anda akan diuji.<strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Langkah #6 &#8211; Konsisten</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kelima langkah diatas tidak akan berguna jika anda tidak konsisten. Kebiasaan itu muncul karena perulangan. <a href="http://www.ahaeureka.com/6-cara-mengembangkan-disiplin-diri/">Disiplin</a>, apapun yang terjadi, jangan pernah berhenti.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai bagian akhir, ada sebuah kalimat yang sangat indah untuk kita renungkan,</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Jika ingin memiliki teman yang baik, jadilah orang baik. Jangan berharap orang lain untuk berubah, kitalah yang harus berubah (Masade: 2010)</p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahaeureka.com/6-langkah-sederhana-untuk-berubah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>8 Ciri Pemimpin Yang Berprinsip</title>
		<link>http://www.ahaeureka.com/8-ciri-pemimpin-yang-berprinsip/</link>
		<comments>http://www.ahaeureka.com/8-ciri-pemimpin-yang-berprinsip/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 00:46:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahaeureka.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Leadership]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin berprinsip]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahaeureka.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Setiap kita adalah pemimpin, apakah dalam lingkup negara, perusahaan, organisasi, keluarga, dan bahkan pemimpin bagi diri kita sendiri. Pemimpin yang efektif adalah pemimpin yang berpusat pada prinsip, bukan yang berpusat pada uang, jabatan, keluarga, atau lingkungan. Ada 8 ciri pemimpin yang berprinsip (Covey, 1997), yaitu: Ciri #1 &#8211; Mereka terus belajar Pemimpin yang berprinsip adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Setiap kita adalah <a href="http://www.ahaeureka.com/4-pondasi-kepemimpinan-efektif/">pemimpin</a>, apakah dalam lingkup negara, perusahaan, organisasi, keluarga, dan bahkan pemimpin bagi diri kita sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemimpin yang efektif adalah pemimpin yang berpusat pada prinsip, bukan yang berpusat pada uang, jabatan, keluarga, atau lingkungan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada <a href="http://www.ahaeureka.com/8-ciri-pemimpin-yang-berprinsip/">8 ciri pemimpin yang berprinsip</a> (Covey, 1997), yaitu: <span id="more-108"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ciri #1 &#8211; Mereka terus belajar</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pemimpin yang berprinsip adalah mereka yang selalu membuka mata dan telinga. Mereka selalu menambah kemampuan, kemampuan mengerjakan banyak hal. Mereka mengembangkan keterampilan baru, minat baru. Mereka menyadari bahwa semakin banyak tahu, mereka semakin sadar bahwa mereka tidak tahu;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ciri #2 &#8211; Mereka berorientasi pada pelayanan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pemimpin yang berprinsip adalah mereka yang memandang hidup sebagai suatu misi, bukan sebagai karir. Apapun yang mereka miliki selalu digunakan untuk melayani;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ciri #3 &#8211; Mereka memancarkan energi positif</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Mereka selalu riang, menyenangkan, dan bahagia. Sikap mereka optimis, positif, dan bergairah. Semangat mereka antusias, penuh harap dan mempercayai;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ciri #4 &#8211; Mereka mempercayai orang lain</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pemimpin yang berprinisip tidak bereaksi berlebihan pada perilaku negatif, kritikan atau kelemahan-kelemahan manusiawi. Mereka tidak merasa hebat ketika menemukan kelemahan-kelamahan orang lain. Mereka mensyukuri kelebihan mereka dan memaklumi kekurangan orang lain;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ciri #5 &#8211; Mereka hidup seimbang</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Mereka bukan ekstrimis. Tindakan dan sikap mereka seimbang dengan situasi &#8211; seimbang, tidak berlebihan, menguasai diri, dan bijak. Mereka tidak gila kerja, tidak fanatik pada politik, bukan orang yang diet berlebihan, dan bukan orang yang suka makan tanpa kontrol;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ciri #6 &#8211; Mereka melihat hidup sebagai suatu petualangan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pemimpin yang berprinsip adalah mereka yang menikmati hidup. Oleh karena rasa aman mereka datang dari dalam, tidak dari luar, mereka tidak perlu mengkotak-kotakkan orang lain dan menyamaratakan segala sesuatu dan semua orang dalam hidup ini untuk memberoleh rasa kepastian;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ciri #7 &#8211; Mereka sinergistik</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sinergi adalah suatu keadaan ketika keseluruhan melebihi jumlah dari semua bagian. Orang yang berprinsip selalu sinergistik. Mereka selalu memperbaiki hampir semua situasi yang melibatkan mereka;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ciri #8 &#8211; Mereka berlatih untuk memperbaiki diri</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pada akhirnya, mereka secara teratur melatih keempat dimensi keperibadian manusia: fisik, mental, emosi, dan spiritual. Prinsip pembaharuan diri ini secara bertahap akan menghasilkan karakter yang kuat dan sehat dengan keinginan melayani yang sangat kuat pula.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemimpin bukan dilahirkan, namun diciptakan. <a href="http://www.ahaeureka.com/semua-tentang-sanguinis-koleris-melankolis-dan-pleghmatis/">Siapapun anda</a>, jika bisa menampilkan 8 ciri tersebut, maka andapun juga bisa menjadi pemimpin yang efektif.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahaeureka.com/8-ciri-pemimpin-yang-berprinsip/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>4 Pondasi Kepemimpinan Efektif</title>
		<link>http://www.ahaeureka.com/4-pondasi-kepemimpinan-efektif/</link>
		<comments>http://www.ahaeureka.com/4-pondasi-kepemimpinan-efektif/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jun 2010 01:27:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahaeureka.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Leadership]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin efektif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahaeureka.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Jika anda ingin menjadi seorang pemimpin yang efektif, maka ada 4 hal yang harus anda ketahui, yaitu : # Leader Anda harus memahami siapa diri anda, apa yang anda tahu, dan apa yang dapat anda lakukan. Juga, perhatikan bahwa ia adalah pengikut, bukan pemimpin atau orang lain yang menentukan jika pemimpin itu berhasil. Jika mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Jika anda ingin menjadi seorang pemimpin yang efektif, maka ada 4 hal yang harus anda ketahui, yaitu : <span id="more-92"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong># Leader</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Anda harus memahami siapa diri anda, apa yang anda tahu, dan apa yang dapat anda lakukan. Juga, perhatikan bahwa ia adalah pengikut, bukan pemimpin atau orang lain yang menentukan jika pemimpin itu berhasil. Jika mereka tidak percaya dengan pemimpin mereka, maka mereka tidak akan terinspirasi. Untuk menjadi pemimpin yang efektif, anda harus mampu meyakinkan pengikut anda.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong># Followers</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setiap orang memerlukan gaya kepemimpinan yang berbeda. Misalnya, karyawan baru memerlukan pengawasan lebih ketat dibangdingkan karyawan yang sudah berpengalaman. Begitu juga dengan orang yang memiliki motivasi tinggi berbeda dengan orang yang kurang termotivasi. Anda harus tahu kebutuhan, emosi, dan motivasi pengikut anda,</p>
<p style="text-align: justify;"><strong># Communication</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Anda berkomunikasi dalam 2 arah, dan lebih banyak menggunakan nonverbal. Keterampilan berkomunikasi anda memiliki potensi untuk meningkatkan kehangatan atau bahkan menyakiti pengikut anda. Penguasaan komunikasi itu penting!</p>
<p style="text-align: justify;"><strong># Interaction</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Semua situasi berbeda. Apa yang Anda lakukan dalam satu situasi tidak akan selalu bekerja di negara lain. Anda harus menggunakan penilaian Anda untuk menentukan tindakan yang terbaik dan gaya kepemimpinan yang diperlukan untuk setiap situasi. Sebagai contoh, Anda mungkin harus menghadapi seorang karyawan untuk perilaku yang tidak tepat, tetapi jika konfrontasi terlalu terlambat atau terlalu dini, terlalu keras atau terlalu lemah, kemudian hasilnya dapat terbukti tidak efektif.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika anda menguasai ke-4 pondasi diatas, maka bisa dipastikan anda akan menjadi seorang pemimpin yang efektif,. Namun keinginan untuk selalu belajar dan bertindak yang akan menentukannya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahaeureka.com/4-pondasi-kepemimpinan-efektif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>T.A.L.K = Kunci Komunikasi Yang Efektif</title>
		<link>http://www.ahaeureka.com/t-a-l-k-kunci-komunikasi-yang-efektif/</link>
		<comments>http://www.ahaeureka.com/t-a-l-k-kunci-komunikasi-yang-efektif/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jun 2010 01:03:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahaeureka.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Self Development]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi efektif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahaeureka.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Satu hal yang perlu diingat tentang komunikasi yang efektif adalah bahwa tiap kondisi memiliki pendekatan yang berbeda. Tidak ada satu cara yang benar-benar &#8216;benar&#8217; dan benar-benar &#8216;salah&#8217; untuk berkomunikasi secara efektif. Namun, ada pendekatan-pendekatan yang bisa digunakan untuk mendukung terjadinya komunikasi yang efektif &#8211; dalam beberapa situasi. Sebuah pendekatan yang disebut dengan T.A.L.K adalah salah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Satu hal yang perlu diingat tentang <a href="http://www.ahaeureka.com/3-kunci-berbicara-di-depan-umum/">komunikasi</a> yang efektif adalah bahwa tiap kondisi memiliki pendekatan yang berbeda. Tidak ada satu cara yang <em>benar-benar &#8216;benar&#8217; </em>dan <em>benar-benar &#8216;salah&#8217;</em> untuk berkomunikasi secara efektif. Namun, ada pendekatan-pendekatan yang bisa digunakan untuk mendukung terjadinya komunikasi yang efektif &#8211; dalam beberapa situasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebuah pendekatan yang disebut dengan <strong>T.A.L.K</strong> adalah salah satu pendekatan yang bisa digunakan untuk membangun komunikasi yang efektif. <strong>T.A.L.K </strong>merupakan sebuah singkatan yaitu :  <span id="more-88"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>T &#8211; Thougts &#8211; Pikiran</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>A &#8211; Acknowledgement and Assertiveness &#8211; Penghargaan dan Keasertifan<br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>L &#8211; Listen &#8211; Dengarkan</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>K &#8211; Keep Calm &#8211; Tetap Tenang</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Mari kita simak satu persatu secara mendalam :</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>T-nya adalah Thoughts &#8211; Pikiran</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Komunikasi yang efektif akan lebih mudah dicapai jika kita mampu menghilangkan pikiran-pikiran negatif dan menjadikan pikiran yang positif menjadi dominan. Selama proses komunikasi, berhati-hatilah terhadap pikiran anda. Pikiran yang positif akan membuat anda optimis sehingga hasil komunikasi bisa dicapai dengan sempurna.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>A-nya adalah Acknowledgement and Assertiveness &#8211; Penghargaan dan Keasertifan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Penghargaan adalah salah satu bentuk empati, sebuah komponen yang sangat penting untuk sebuah komunikasi. Tanpa empati, tidak akan terbangun sebuah sikap saling pengertian dan pemahaman.</p>
<p style="text-align: justify;">Keasertifan akan membantu kita untuk mampu menyampaikan apa yang kita inginkan dan apa yang ingin kita capai dengan jelas, positif, dan fokus pada solusi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>L-nya adalah Listen &#8211; Dengarkan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ingat bahwa komunikasi yang efektif adalah proses dua arah. Sama seperti ketika anda menyampaikan sesuatu, anda akan mudah menangkap apa yang orang inginkan jika anda belajar mendengarkan. Mendengar membuat kita mampu menggabungkan dan mengklarifikasi sebuah masalah yang sedang dikomunikasikan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>K-nya adalah Keep Calm &#8211; Tetap Tenang</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sikap yang rileks akan membuat anda mampu memposisikan diri untuk mendengar secara positif. Sikap tenang juga akan mampu membuat anda stabil secara emosi, sehingga anda akan lebih objektif.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi, jika anda ingin berkomunikasi secara efektif, ingat T.A.L.K!</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahaeureka.com/t-a-l-k-kunci-komunikasi-yang-efektif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>6 Cara Mengembangkan Disiplin Diri</title>
		<link>http://www.ahaeureka.com/6-cara-mengembangkan-disiplin-diri/</link>
		<comments>http://www.ahaeureka.com/6-cara-mengembangkan-disiplin-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jun 2010 01:01:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahaeureka.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Self Development]]></category>
		<category><![CDATA[disiplin]]></category>
		<category><![CDATA[tips trick]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahaeureka.com/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[Disiplin adalah sebuah kata yang sangat mudah diucapkan, namun sulit untuk dilakukan. Memerlukan sebuah komitmen yang tinggi untuk bisa melakukannya. Ada 6 Cara Mengembangkan Disiplin Diri, yaitu : Cara #1 Lakukan sedikit demi sedikit namun konsisten; Proses itu perlu. Kita mungkin sulit merubah sesuatu dalam waktu seketika, namun dengan melakukannya secara bertahap, kita bisa melakukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ahaeureka.com/5-alasan-mengapa-kita-tidak-mencapai-apa-yang-kita-inginkan/">Disiplin</a> adalah sebuah kata yang sangat mudah diucapkan, namun sulit untuk dilakukan. Memerlukan sebuah komitmen yang tinggi untuk bisa melakukannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada 6 Cara Mengembangkan Disiplin Diri, yaitu : <span id="more-86"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Cara #1 Lakukan sedikit demi sedikit namun konsisten;</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Proses itu perlu. Kita mungkin sulit merubah sesuatu dalam waktu seketika, namun dengan melakukannya secara bertahap, kita bisa melakukan sesuatu yang tampaknya berat.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Cara #2 Jangan coba untuk menunda;</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Buatlah daftar hal-hal yang anda inginkan dengan segera dan jangan coba untuk menunda. Kebiasaan menunda akan melemahkan komitmen anda untuk berdisiplin dan tentunya akan berefek pada hal lain.<strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Cara #3 Setiap hari itu masuk hitungan;</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setiap hari, latihlah komitmen anda untuk berdisiplin. Lakukan hal-hal kecil. Jika anda melewatkan satu hari untuk tidak berdisiplin, maka bisa jadi anda akan tergoda untuk tidak berdisiplin di hari lain.<strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Cara #4 Visualisasikan tujuan akhir anda;</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Visualisasi akan membantu anda untuk tetap semangat terhadap apa yang ingin anda capai. Tujuan akhir umumnya membuat seseorang tidak mudah menyerah karena tahu apa yang memang ingin dia dapatkan.<strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Cara #5 Miliki seorang penasehat/pelatih;</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Seorang penasehat atau pelatih akan membantu anda tetap berada di jalur yang benar. Dengan memilikinya, selalu ada orang yang memantau perkembangan anda.<strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Cara #6 Berlatihlah untuk menolak kesenangan secara instan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Meninggalkan kesenangan jangka pendek untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar adalah salah satu unsur kecerdasan emosional. Jika anda ingin berdisiplin, berlatihlah untuk menolak sesuatu yang menyenangkan yang merusak disiplin anda. Anda bisa melatihnya dengan selalu memberikan batasan terhadap kesenangan jangka pendek.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekali lagi, disiplin itu tidak mudah tapi mungkin. Sebuah ungkapan yang sangat menarik,</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">There&#8217;s always a way if you&#8217;re commited (Selalu ada cara jika anda berkomitmen)</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Maka, komitmen adalah kunci untuk itu semua.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahaeureka.com/6-cara-mengembangkan-disiplin-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Blogging For Writer : Penulis Ngeblog? Tidak Harus, Tetapi Wajib!</title>
		<link>http://www.ahaeureka.com/blogging-for-writer-penulis-ngeblog-tidak-harus-tetapi-wajib/</link>
		<comments>http://www.ahaeureka.com/blogging-for-writer-penulis-ngeblog-tidak-harus-tetapi-wajib/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jun 2010 00:59:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahaeureka.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Self Development]]></category>
		<category><![CDATA[blogging]]></category>
		<category><![CDATA[flp]]></category>
		<category><![CDATA[penulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahaeureka.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Jika anda anggota Forum Lingkar Pena (FLP), maka tentunya mengetahui beberapa nama penulis yang secara rutin menorehkan pena mereka di sebuah aplikasi yang disebut Multiply. Sebut saja Helvi Tiana Rosa di helvytr.multiply.com, Asma Nadia di anadia.multiply.com, Afifah Afra di afifahafra.multiply.com, Pipiet Senja di pipietsenja.multiply.com, Jonru di jonru.multiply.com, dan Rafif Amir di rafif87.multiply.com. Aktivitas yang mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Jika  anda anggota Forum Lingkar Pena (FLP), maka tentunya mengetahui beberapa  nama penulis yang secara rutin menorehkan pena mereka di sebuah  aplikasi yang disebut Multiply. Sebut saja <strong>Helvi Tiana Rosa di  helvytr.multiply.com</strong>, <strong>Asma Nadia di anadia.multiply.com</strong>, <strong>Afifah  Afra di afifahafra.multiply.com</strong>, <strong>Pipiet Senja di  pipietsenja.multiply.com</strong>, <strong>Jonru di jonru.multiply.com</strong>, dan <strong>Rafif  Amir di rafif87.multiply.com</strong>. Aktivitas yang mereka lakukan sering  disebut dengan istilah Blogging (baca : ngeblog). So… <span id="more-84"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ahaeureka.com/s-u-p-e-r-rumus-menjadi-super-blogger/"><strong>Blogging  is…</strong></a><br />
Aktivitas blogging sebenarnya sudah dikenal sejak tahun 1990-an. Anda  mungkin ingat dengan www.blogger.com. Nama ini mudah diingat, dan perlu  diketahui bahwa www.blogger.com inilah yang pertama kali menawarkan blog  secara gratis.<br />
Istilah blog pertama kali muncul pada tahun 1993 oleh Marc Andersen  melalui sebuah halaman web yang berjudul What’s New. Halaman ini berisi  hal-hal baru yang ditemukan oleh Andersen. Namun sampai tahun 1999  aktivitas blogging masih sulit ditemui karena masih terkendala dengan  keterampilan teknis seputar bahasa pemrograman web.</p>
<p style="text-align: justify;">Awalnya,  blog sebenarnya berasal dari kata dua kata, yaitu web dan log, yang  secara umum berarti catatan harian atau kita mengenalnya dengan istilah  jurnal atau diary. Istilah ini pertama kali digunakan oleh Jorn Barger  pada bulan Desember 1997. Jorn Barger menggunakan istilah Weblog untuk  menyebut kelompok website pribadi yang selalu di-update secara kontinyu  dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai  dengan komentar-komentar mereka sendiri. Di Indonesia, blog  dipopulerkan oleh Enda Nasution (enda.goblogmedia.com) yang saat ini  dianggap sebagai Presiden Blogger Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah  seorang blogger Indonesia yang cukup memiliki nama, Priyadi  (priyadi.net), memberikan definisi yang lebih detail tentang blog.  Menurutnya, definisi blog adalah :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li> Berisi tulisan yang disusun secara kronologis</li>
<li> Mengandalkan perangkat lunak CMS</li>
<li> Memiliki fasilitas komentar</li>
<li> Memiliki format sindikasi, misalnya RSS atau Atom</li>
<li> Tulisannya dibuat dari sudut pandang pribadi penulisnya</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Beberapa  tahun yang lalu ketika mulai ramai, blog sempat hampir terlupakan  dengan hadirnya situs pertemanan semacam Friendster. Blog kemudian  menjadi ramai kembali ketika situs-situs komunitas menggabungkan blog  dengan situs pertemanan ala Friendster seperti Multiply dan Myspace.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>5  Alasan Mengapa Penulis Wajib Ngeblog</strong><br />
Ada 5 alasan mengapa penulis tidak hanya harus ngeblog namun wajib  ngeblog, yaitu karena :</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ngeblog  itu menulis dan menulis itu ngeblog</strong><br />
Tidak bisa dibantah lagi bahwa penulis itu ya harus menulis. Penulis  yang tidak menulis itu seperti sapi perah yang tidak menghasilkan susu  atau lebah yang tidak menghasilkan madu;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ngeblog  itu mengumpulkan ide</strong><br />
Satu benda yang paling mahal bagi penulis adalah ide. Dimanapun dan  kapanpun, seorang penulis berusaha untuk mengumpulkan dan mendapatkan  ide, dan ngeblog bisa membantu untuk mengumpulkan ide-ide yang tercecer;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ngeblog  itu menerbitkan tulisan</strong><br />
Sebagian orang meyakini bahwa seseorang baru bisa disebut penulis jika  bukunya sudah pernah diterbitkan. Keyakinan ini tidak sepenuhnya benar.  Dengan ngeblog, tulisan-tulisan itu sudah bisa dikatakan ‘diterbitkan’.  Tidak harus menunggu royalti bagi penulis untuk mendapatkan uang, dengan  ngeblog, penulis sudah bisa mendapatkan ‘uang’ dengan cara blog  monetization;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ngeblog  itu Citizen Journalism</strong><br />
Secara sederhana, citizen journalism adalah ketika siapapapun – termasuk  masyarakat umum – berperan aktif dalam mengumpulkan, melaporkan,  menganalisa, dan menyebarkan berita dan informasi. Blog menjadi media  yang sangat powerfull dalam hal ini. Oleh karena itu, dengan citizen  journalism seorang penulis menjadi orang yang bertanggungjawab untuk  menunjukkan ketidakseimbangan-ketidakseimbangan dan  penyimpangan-penyimpangan yang terjadi, sehingga solusi akan lebih cepat  didapatkan;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ngeblog  itu Perang Pemikiran</strong><br />
Ternyata meriam, granat, senapan, dan sejenisnya bukan merupakan  satu-satunya alat untuk menghancurkan negara. Saat ini yang marak bukan  perang fisik melainkan perang pemikiran (ghazwul fikri) yang ternyata  lebih besar dampaknya bagi suatu negara. Perang pemikiran akan  menghancurkan akhlak dan melunturkan kepribadian sehingga yang terjadi  adalah munculnya pembunuhan karakter. Blog merupakan salah satu alat  yang sangat efektif untuk melakukan perang pemikiran selain buku, orasi,  dan debat ilmiah. Seorang penulis yang aktif ngeblog, akan memiliki  banyak sekali peluang untuk menangkal serangan-serangan pemikiran dan  hasilnya generasi mendatang akan terselamatkan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Blogspot,  WordPress, Atau Mutiply?</strong><br />
Jika ditahun 1999, blogging masih sulit dilakukan karena terkendala  dengan bahasa pemrograman web, maka sekarang bahasa pemrograman web  sudah tidak menjadi masalah. Saat ini, puluhan aplikasi blogging siap  pakai sangat mudah ditemukan, namun yang tampaknya paling mendominasi  adalah Blogspot, WordPress, dan Multiply. Lalu yang bagus yang mana?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Blogspot</strong><br />
Menurut catatan, Blogspot merupakan aplikasi blog yang pertama kali  muncul menawarkan blog gratis. Blog provider yang beralamatkan di  www.blogger.com saat ini menjadi milik perusahaan raksasa Google, Inc.  Kemudahan dalam mendapatkannya, membuat blogspot banyak diminati. Alamat  blog yang akan didapatkan ketika mendaftar di www.blogger.com adalah  namaanda.blogspot.com.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>WordPress</strong><br />
Saat ini WordPress menjadi aplikasi blog yang paling lengkap dan paling  diminati. Hal ini karena selain interface WordPress yang sangat  fleksibel dan mudah digunakan, juga karena setiap saat inovasi terhadap  engine WordPress selalu dilakukan oleh para pengembangnya. Setiap jam  selalu muncul themes dan plug in baru untuk mendukung kinerja WordPress.  WordPress memiliki dua web utama yaitu www.wordpress.com dan  www.wordpress.org yang memiliki fungsi berbeda. www.wordpress.com dapat  digunakan untuk mendapatkan blog gratis dengan alamat  namaanda.wordpress.com dan www.wordpress.org untuk mendapatkan core,  themes, plug in, dan codex dari engine WordPress.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Multiply</strong><br />
Multiply merupakan blog provider yang juga berfungsi sebagai situs  pertemanan semacam Friendster. Hal ini menjadikan Multiply banyak  digunakan oleh komunitas-komunitas tertentu untuk saling berkomunikasi.  Di Indonesia, nampaknya komunitas yang mendominasi Multiply adalah  komunitas Forum Lingkar Pena (FLP). Multiply menyediakan blog gratis  dengan alamat namaanda.multiply.com. Selain itu Multiply juga  menyediakan versi premium yang mengharuskan kita membayar sejumlah uang  tertentu setiap bulan dengan fitur yang lebih canggih daripada versi  yang gratis.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk  memilih yang mana yang harus kita gunakan untuk ngeblog, semua  tergantung anda. Pertimbangan yang paling sederhana adalah dari segi  fungsi dan penggunaan. Pilih aplikasi blog yang sesuai dengan kebutuhan  anda.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Microblogging</strong><br />
Ingatkah anda beberapa waktu yang lalu artis Luna Maya sempat gencar  diberitakan di media massa? Luna Maya diadukan ke polisi oleh sejumlah  pekerja infotaiment karena dianggap telah menghina mereka melalui tweet  di twitter-nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Twitter  inilah yang merupakan salah satu contoh aplikasi microblogging.  Aplikasi microblogging lain yang juga cukup dikenal adalah Plurk. Di  Indonesia, penyedia layanan microblogging adalah kronologger.com yang  didirikan oleh Kukuh TW.</p>
<p style="text-align: justify;">Microblogging  sebenarnya merupakan salah satu bentuk blogging. Perbedaan yang paling  mendasar antara microblogging dengan blogging konvensional adalah ukuran  post ataupun ukuran file. Dalam microblogging, post hanya terdiri dari  beberapa kalimat, sebuah gambar, maupun sepotong video. Dalam twitter,  post (lebih dikenal dengan sebutan tweet) hanya terdiri dari 140  karakter saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Aktivitas  microblogging sebenarnya sering dilakukan jika kita dekat dengan  Facebook. Microblogging dengan Facebook lebih kita kenal dengan istilah  Update Status.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Intinya,  Ngeblog Itu Membangun Peradaban!</strong><br />
Ketika kita masih belajar di SMA, konsep yang paling mudah diingat  adalah tentang peralihan dari jaman pra-sejarah ke jaman sejarah. Jaman  pra-sejarah adalah jaman ketika manusia belum mengenal tulisan sedangkan  jaman sejarah dimulai ketika manusia sudah mulai mengenal tulisan. Dari  konsep ini, tidak berlebihan rasanya jika dikatakan bahwa,</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ngeblog  = Membangun Peradaban</strong><br />
Ngeblog adalah berbagi. Ngeblog adalah mewariskan sesuatu untuk generasi  mendatang dan dengan ngeblog, nilai-nilai kebaikan bisa diketahui oleh  para generasi penerus. Ngeblog bisa digunakan sebagai sarana evaluasi  sehingga kekurangan dan kelemahan peradaban saat ini bisa diketahui  sehingga generasi mendatang tidak mengulangi kesalahan yang sama yang  dilakukan oleh generasi saat ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan  ngeblog peradaban yang penuh dengan pencerahan akan mampu kita bangun.  Suatu peradaban ketika yang lemah diperkuat dan yang kuat diproteksi  supaya tidak bisa mendzolimi yang lemah. Peradaban ketika keadilan  ditegakkan dan kebenaran dijunjung. Peradaban yang benar-benar ideal  seperti yang dulu pernah kita jumpai dalam sejarah. Dan para penulis  adalah orang yang bertanggungjawab untuk mewujudkan itu semua. So…</p>
<p style="text-align: justify;">Penulis  ngeblog? <em>If you say why, I will say why not?</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahaeureka.com/blogging-for-writer-penulis-ngeblog-tidak-harus-tetapi-wajib/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>5 Alasan Mengapa Kita Tidak Mencapai Apa Yang Kita Inginkan</title>
		<link>http://www.ahaeureka.com/5-alasan-mengapa-kita-tidak-mencapai-apa-yang-kita-inginkan/</link>
		<comments>http://www.ahaeureka.com/5-alasan-mengapa-kita-tidak-mencapai-apa-yang-kita-inginkan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jun 2010 00:57:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahaeureka.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Self Development]]></category>
		<category><![CDATA[alasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahaeureka.com/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orang memiliki waktu yang sama, setiap orang memiliki jumlah neuron (sel saraf) yang sama yaitu 1 triliun sel saraf, namun mengapa tidak setiap orang mampu mencapai hal sama? Ada 5 Alasan Mengapa Kita Tidak Mencapai Apa Yang Kita Inginkan, yaitu : #1 Keyakinan Yang Membatasi Pondasi utama untuk mencapai apapun adalah memiliki keyakinan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Setiap orang memiliki waktu yang sama, setiap orang memiliki jumlah neuron (sel saraf) yang sama yaitu 1 triliun sel saraf, namun mengapa tidak setiap orang mampu mencapai hal sama?</p>
<p style="text-align: justify;">Ada 5 Alasan Mengapa Kita Tidak Mencapai Apa Yang Kita Inginkan, yaitu : <span id="more-82"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>#1 Keyakinan Yang Membatasi</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pondasi utama untuk mencapai apapun adalah memiliki keyakinan yang memberdayakan. Keyakinan yang membuat kita mampu bangun ketika tidur, membuat kita bangkit ketika kita jatuh. Keyakinan-keyakinan seperti tidak ada kata gagal hanya sukses atau belajar, jika orang lain bisa aku pasti juga bisa, jika berpikir bisa aku pasti bisa, adalah keyakinan yang memberdayakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebaliknya, keyakinan-keyakinan seperti aku tidak bisa, itu tidak mungkin, adalah keyakinan-keyakinan yang melemahkan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>#2 Takut Gagal</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setiap orang pasti memiliki rasa takut terhadap sesuatu walaupun kadarnya berbeda-beda. Takut gagal membuat kita tidak berani mencoba. Jika kita ingin tidak takut gagal, berpikirlah seperti seorang bayi yang sedang belajar berjalan. Tidak pernah berhenti mencoba karena mereka yakin bahwa mereka pasti bisa.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>#3 Tidak Tahu Apa Yang Diinginkan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Anda tidak akan pernah mencapai apapun jika tidak tahu apa yang anda inginkan. Tujuan itu penting sebagai pedoman arah bagi kita. Banyak orang tidak mencapai apa yang diinginkan karena tidak tahu apa yang diinginkan. Cara sederhana untuk mengetahui apa yang kita inginkan adalah dengan membayangkan kita memiliki sebuah lampu ajaib aladin yang akan selalu mengabulkan apapun yang kita inginkan.<strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>#4 Menyukai Kenyamanan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pencapaian itu memerlukan pengorbanan, baik waktu, biaya, tenaga, dan pikiran. Kita tidak mencapai apa yang kita inginkan karena tidak ingin mengorbankan kenyamanan kita. Kenyamanan itulah sebenarnya yang akan membuat kita mencapai sesuatu yang lebih dari apa yang dimiliki sekarang.<strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ahaeureka.com/rumus-memecahkan-semua-masalah-s-a-n-t-e-i/"><strong>#5 Trauma Karena Pernah Gagal</strong></a></p>
<p style="text-align: justify;">Anda pernah ingin mencapai sesuatu dan anda gagal, anda coba lagi, gagal lagi, dst. Ini yang membuat anda takut mencoba lagi. Kegagalan itu penting. Kita ingat bagaimana seorang Thomas A. Edison harus &#8216;gagal&#8217; sebanyak 9.999 sebelum akhirnya dia menemukan bola lampu? Kita ingat bagaimana seorang Abraham Lincoln harus berkali-kali gagal untuk kemudian menjadi presiden Amerika?</p>
<p style="text-align: justify;">Gagal, coba lagi. Gagal, coba lagi. Bukan dengan cara yang sama, tapi ubah strategi anda sampai apa yang anda inginkan tercapai.<strong></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Intinya adalah, semua orang berhak mendapatkan apa yang diinginkan. Ketahui apa tujuan anda, atur strateginya, bertindak, dan lihatlah hasilnya. Jika belum berhasil, mencoba lagi adalah jalan yang terbaik.<strong><br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahaeureka.com/5-alasan-mengapa-kita-tidak-mencapai-apa-yang-kita-inginkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3 Kunci Berbicara Di Depan Umum</title>
		<link>http://www.ahaeureka.com/3-kunci-berbicara-di-depan-umum/</link>
		<comments>http://www.ahaeureka.com/3-kunci-berbicara-di-depan-umum/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jun 2010 00:56:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahaeureka.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Self Development]]></category>
		<category><![CDATA[publik speaking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahaeureka.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Tidak semua orang bisa berbicara di depan umum karena tidak setiap orang dilahirkan dengan memiliki kepercayaan diri untuk berbicara. Namun pada saat tertentu, hampir pasti kita diminta untuk berbicara di depan umum, apakah dalam rangka memberikan sambutan atau bahkan menawarkan proposal kepada klien. Ada orang yang merasa terintimidasi ketika harus berbicara di depan umum. Keterampilan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tidak semua orang bisa berbicara di depan umum karena tidak setiap orang dilahirkan dengan memiliki kepercayaan diri untuk berbicara. Namun pada saat tertentu, hampir pasti kita diminta untuk berbicara di depan umum, apakah dalam rangka memberikan sambutan atau bahkan menawarkan proposal kepada klien.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada orang yang merasa terintimidasi ketika harus berbicara di depan umum. Keterampilan <em>public speaking</em> ini sebenarnya bisa dipelajari, bukan bawaan dari lahir. Jika anda mau dan mampu untuk mempelajarinya, maka tidak ada alasan untuk memunculkan rasa takut ketika harus berdiri di hadapan orang banyak.</p>
<p style="text-align: justify;">Satu hal yang perlu anda ketahui adalah apa yang membuat seseorang merasa percaya diri ketika harus berbicara di depan umum. Ada 3 kunci yang membuat anda menjadi pembicara publik yang baik : <span id="more-80"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Enthusiastic</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jika anda tidak semangat, tidak antusias, tidak memiliki gairah, maka bagaimana mungkin pendengar akan memperhatikan anda? Berbicara dengan nada yang monoton akan membuat pendengar merasa bosan dan tentu saja anda akan diacuhkan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Joke</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Joke atau humor tidak saja akan membuat suasana menjadi rileks, namun juga akan memicu pendengar untuk fokus pada apa yang anda bicarakan. Namun tetap kita harus hati-hati ketika mengeluarkan joke. Apa yang anda anggap joke kadang belum tentu dianggap joke oleh pendengar anda.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Body Language</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bahasa tubuh adalah salah satu komponen komunikasi yang paling berperan dalam sebuah komunikasi. Bahasa tubuh membuat anda lebih mudah dalam membuat penekanan-penekanan pada poin-poin tertentu. Pesan yang anda sampaikan, 55% akan jauh lebih mudah ditangkap oleh pendengar jika anda melibatkan bahasa tubuh anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi, 3 hal itu yang akan membuat anda menjadi pembicara yang baik. Satu hal yang perlu diingat adalah,</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Practice Makes Perfect</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Belajar dan berlatih adalah kunci utama membuat anda menjadi pembicara yang baik. Itu saja.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahaeureka.com/3-kunci-berbicara-di-depan-umum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
